Oleh : Masimantap Habeahan
Sepenggal
CERITA
Saya pernah membaca buku
Filsafaf. Ketika saya membacanya, halaman demi halaman terlewatkan. Tiba – tiba
dihalaman berikutnya ada pernyataan yang menarik dan yang belum pernah saya
dapat. Inilah pernyataan tersebut : KETIKA GARAM DI SIMPAN DALAM KALENG =
HANCUR. Pertama – tama saya tercengang membaca kalimat tersebut. Namun setelah
saya renungkan lama kelamaan pun jadi mengerti apa maknanya.
Makna
yang saya dapat dari pernyataan itu, akan saya ungkapkan :
Setelah
kami bertemu lalu duduk. Seorang Ce mengalami
kesedihan. Ce tersebut menceritakan tentang APA YANG DIA ALAMI kepada seorang Co. Waktu itu, dia sempat susah mengeluarkan kata – katanya untuk
memulai. Tapi Co tersebut semakin penasaran dan bertanya padanya : sebenarnya
apasih yang mau kamu share? Ce itu pun menjawab dengan kata – kata yang tidak
nyambung menurut Co itu. Bisa ga saya kesana bentar... trus Co : mau ngapain ? Ce
: adalah... bentar ajanya,, sempat terdiam beberapa detik. Kemudian Co :
boleh.. J ...
Beberapa
detik lagi Ce itu datang dan dia pun bercerita tentang kesedihan yang
dialaminya. Co pun mendengarkannya dengan sangat serius.
Ce
: sebenarnya ................................ ( Ce bercerita tentang
keluarganya )
Co
: trus,,,,
Ce
: ................................... (Ce itu menangis dan sedih )
Co
:.................................... (sebenarnya ikut juga menangis, tapi
dalam hati.. namun ketika saya menyadari,
bahwa saya lah sebagai motivator untuknya itulah alasanya saya tidak menangis
dengan kelihatan)
Ce
: ..................................( masih tetap menangis dan berkata – kata )
Co
: ..................................(saya sempat bingung mau ngapain namun, saya
pun berusaha untuk menghiburnya dengan mengutip kata – katanya barusan beberapa
kalimat (....................................) dari kalimat yang saya kutip
tersebut, saya perjelas dan saya tanya balik ke Ce tentang kalimat itu. Dan dia
pun tersenyum .. kemudian kami tertawa. Dan saya mengalihkan pembicaraan agar
tidak ditelan kesedihan... hahahahahaha)
Kaitannya
: jika GARAM DISIMAPAN DALAM KALENG = HANCUR : fiksi di atas adalah makna dari
pernyataan ini. Jika kita menyimpan garam dalam kaleng maka lama kelamaan akan
berkarat dan setelah itu kaleng tersebut akan habis. Begitu juga dengan
kehidupan manusia. Jika kita mempunyai problem yang kadang membuat kita jadi galau maka ada
baiknya kita cari teman SHARE, dengan alasan : agar dapat dicari pemecahannya
atau teman share kita dapat menghibur kita. Sehingga dengan bertukar pikiran
semacam ini secara otomatis mengurangi beban dalam diri kita. Tetapi jika kita
menjadi serupa dengan pernyataan di atas “ GARAM DISIMPAN DALAM KALENG = HANCUR” maka
jangan ada penyesalan di kemudian hari karena akan berakibat fatal pada saraf
anda. MASALAH diibaratkan dengan garam dan OTAK & SARAF diibaratkan dengan kaleng.
Menjadi
manusia yang inklusif itu tidak selamanya dapat dimengerti orang lain. Emang sih,
ada saat – saat nya kita tertawa sampai termehek – mehek dan ada juga saat nya
kita menangis dengan air mata yang begitu deras. Tapi hal semacam itu hanyalah
bunga – bunga kehidupan yang harus di lewati setiap orang. Karna tak ada
manusia di bumi ini yang hidupnya
tertawa terus atau pun menangis terus selain dari pada orang GILA. Memang
ketika kita mempunyai beban kadang kita sulit berbagi dengan orang lain. Salah satu
faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemikiran tiap orang adalah sebagai
berikut : ah, mungkin aja tak ada gunanya jika kita share dengan teman - teman.
Hal pesisimis semacam inilah kadang membuat kita menjadi semakin terpuruk dalam
kesedihan. Hmnn.... L.....
Kesimpulan
: Dari cerita diatas, kita dapat mengambil makna bahwa ketika kita terbuka
dengan orang yang kita anggap nyaman, secara otomatis akan mengurangi beban
yang ada pada kita. HEHEHEHEHE.. pelcayalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar