Senin, 07 Juli 2014

Bukan MANUSIA yang INKLUSIF

Oleh : Masimantap Habeahan

Sepenggal CERITA
Saya pernah membaca buku Filsafaf. Ketika saya membacanya, halaman demi halaman terlewatkan. Tiba – tiba dihalaman berikutnya ada pernyataan yang menarik dan yang belum pernah saya dapat. Inilah pernyataan tersebut : KETIKA GARAM DI SIMPAN DALAM KALENG = HANCUR. Pertama – tama saya tercengang membaca kalimat tersebut. Namun setelah saya renungkan lama kelamaan pun jadi mengerti apa maknanya.
Makna yang saya dapat dari pernyataan itu, akan saya ungkapkan :
Setelah kami bertemu lalu duduk. Seorang  Ce mengalami kesedihan. Ce tersebut menceritakan tentang APA YANG DIA ALAMI  kepada seorang Co. Waktu itu,  dia sempat susah mengeluarkan kata – katanya untuk memulai. Tapi Co tersebut semakin penasaran dan bertanya padanya : sebenarnya apasih yang mau kamu share? Ce itu pun menjawab dengan kata – kata yang tidak nyambung menurut Co itu. Bisa ga saya kesana bentar... trus Co : mau ngapain ? Ce : adalah... bentar ajanya,, sempat terdiam beberapa detik. Kemudian Co : boleh.. J ...
Beberapa detik lagi Ce itu datang dan dia pun bercerita tentang kesedihan yang dialaminya. Co pun mendengarkannya dengan sangat serius.
Ce : sebenarnya ................................ ( Ce bercerita tentang keluarganya )
Co : trus,,,,
Ce : ................................... (Ce itu menangis dan sedih )
Co :.................................... (sebenarnya ikut juga menangis, tapi dalam hati..  namun ketika saya menyadari, bahwa saya lah sebagai motivator untuknya itulah alasanya saya tidak menangis dengan kelihatan)
Ce : ..................................( masih tetap menangis dan  berkata – kata )
Co : ..................................(saya sempat bingung mau ngapain namun, saya pun berusaha untuk menghiburnya dengan  mengutip kata – katanya barusan beberapa kalimat (....................................) dari kalimat yang saya kutip tersebut, saya perjelas dan saya tanya balik ke Ce tentang kalimat itu. Dan dia pun tersenyum .. kemudian kami tertawa. Dan saya mengalihkan pembicaraan agar tidak ditelan kesedihan... hahahahahaha)
Kaitannya : jika GARAM DISIMAPAN DALAM KALENG = HANCUR : fiksi di atas adalah makna dari pernyataan ini. Jika kita menyimpan garam dalam kaleng maka lama kelamaan akan berkarat dan setelah itu kaleng tersebut akan habis. Begitu juga dengan kehidupan manusia. Jika kita mempunyai problem  yang kadang membuat kita jadi galau maka ada baiknya kita cari teman SHARE, dengan alasan : agar dapat dicari pemecahannya atau teman share kita dapat menghibur kita. Sehingga dengan bertukar pikiran semacam ini secara otomatis mengurangi beban dalam diri kita. Tetapi jika kita menjadi serupa dengan pernyataan di atas  “ GARAM DISIMPAN DALAM KALENG = HANCUR” maka jangan ada penyesalan di kemudian hari karena akan berakibat fatal pada saraf anda. MASALAH diibaratkan dengan garam dan OTAK & SARAF  diibaratkan dengan kaleng.
Menjadi manusia yang inklusif itu tidak selamanya dapat dimengerti orang lain. Emang sih, ada saat – saat nya kita tertawa sampai termehek – mehek dan ada juga saat nya kita menangis dengan air mata yang begitu deras. Tapi hal semacam itu hanyalah bunga – bunga kehidupan yang harus di lewati setiap orang. Karna tak ada manusia di bumi ini yang  hidupnya tertawa terus atau pun menangis terus selain dari pada orang GILA. Memang ketika kita mempunyai beban kadang kita sulit berbagi dengan orang lain. Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemikiran tiap orang adalah sebagai berikut : ah, mungkin aja tak ada gunanya jika kita share dengan teman - teman. Hal pesisimis semacam inilah kadang membuat kita menjadi semakin terpuruk dalam kesedihan. Hmnn.... L.....
Kesimpulan : Dari cerita diatas, kita dapat mengambil makna bahwa ketika kita terbuka dengan orang yang kita anggap nyaman, secara otomatis akan mengurangi beban yang ada pada kita. HEHEHEHEHE.. pelcayalah...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar