Jumat, 10 Januari 2014

Meneruskan Lembaran yang Pernah Ku tulis




Mataku terbagun pada pukul 01.20 dan sangat susah diajak tuk tidur. Saat itu aku melukiskan kasih setia Tuhan yang terus Ia berikan namun aku sering tidak menyadarinya. Malam ini menuju pagi hari aku menuliskan sebuah puisi sederhana, dimana kasihNya kurenungkan di tempat tidurku.
 Oleh : Masimantap Habeahan

Saat Mata ku tak dapat ku pejamkan,
Aku merasa hidupku hanyalah pemberian
Pemberian tanpa di beli
Aku merasa hidupku tersiksa ketika aku menjauh dari Mu
Ku hanya berharap Engkau tetap brikan kekuatan
Kekuatan tuk melawan kejahatan yang kulakukan
Aku merasa, aku hanyalah sebutir debu
yang tercampak diantara semak duri kering
tetapi Engkau membuatku arti kehidupan nyata bagiku
          Saat mataku tak dapat ku pejamkan
          Engkau hadir dalam tiap hembusan nafas ku
          Namun, Aku tak dapat melihat karna dosa menutupi mataku,
          Engkau hadir dalam tiap detak jantungku
Namun, aku tak sadar karena kelalaianku
Engkau hadir dalam tiap langkahku
Namun, aku tak merasakan Engkau mengikutiku
          Sering aku merasa hidup hampa
          Aku tak dapat memandang kemulian Mu,
          Kedasyatan Mu dan Keajaiban Mu
Semuanya ITU,
Aku akan tetap berjuang untuk meneruskan
 lembaran yang pernah aku tulis,
tidak akan MENYERAH,
penyesalan demi penyesalan,
biarlah menjadi warna kehidupan semata….