Mataku
terbagun pada pukul 01.20 dan sangat susah diajak tuk tidur. Saat itu aku
melukiskan kasih setia Tuhan yang terus Ia berikan namun aku sering tidak
menyadarinya. Malam ini menuju pagi hari aku menuliskan sebuah puisi sederhana,
dimana kasihNya kurenungkan di tempat tidurku.
Oleh : Masimantap Habeahan
Saat
Mata ku tak dapat ku pejamkan,
Aku merasa
hidupku hanyalah pemberian
Pemberian
tanpa di beli
Aku
merasa hidupku tersiksa ketika aku menjauh dari Mu
Ku hanya
berharap Engkau tetap brikan kekuatan
Kekuatan
tuk melawan kejahatan yang kulakukan
Aku merasa,
aku hanyalah sebutir debu
yang
tercampak diantara semak duri kering
tetapi
Engkau membuatku arti kehidupan nyata bagiku
Saat mataku tak dapat ku pejamkan
Engkau hadir dalam tiap hembusan nafas
ku
Namun, Aku tak dapat melihat karna
dosa menutupi mataku,
Engkau hadir dalam tiap detak
jantungku
Namun, aku tak sadar karena kelalaianku
Engkau hadir dalam tiap langkahku
Namun, aku tak merasakan Engkau mengikutiku
Sering
aku merasa hidup hampa
Aku
tak dapat memandang kemulian Mu,
Kedasyatan
Mu dan Keajaiban Mu
Semuanya ITU,
Aku akan tetap berjuang untuk meneruskan
lembaran yang pernah aku tulis,
tidak akan MENYERAH,
penyesalan demi penyesalan,
biarlah menjadi warna kehidupan semata….