Kamis, 20 Maret 2014

18 Belas Tahun Terlawatkan teman



Oleh : Masimantap Habeahan
Siapa yang tidak rindu ketika sahabat – sahabat pada masa kekanak – kanakan hilang kabar selama belasan atau puluhan tahun. Mungkin kita pernah merasa rindu ketika sahabat dekat  pergi meniggalkan kita selama 5 tahun. Tetapi Puisi ini mendeskripsikan betapa rindunnya seseorang menantikan sahabat dekatnya diwaktu kecil untuk kembali. Dan dalam puisi ini juga digambarkan bahwa sahabatnya tersebut tidak kembali walaupun belasan tahun telah terlewatkan. Entah dimana dan sampai kapan berjumpa lagi dia pun tidak mengetahuinya dengan pasti. Namun dalam akhir puisi ini ada harapan serta doa agar mereka bertemu lagi dan kata terkhir dia mengucapkan, semoga kita dalam lindungan Tuhan.
Teman!
Masih ingatkan?
Waktu kita masih kekanak – kanakan?
Kita Lucu – lucuan,
Pukul – pukulan
Main hujan – hujanan,
Dan kita pun kedinginan
sesudah  mengakhiri permainan
dihalaman rumah depan.
            Teman !
            Waktu kita masih Sekolah Dasar dulu kau berantakan
            Juga ingus – ingusan
            Dan semua menertawai mu, yah : …. Siapa lagi kalau bukan teman kita kan?
            Kemudian,
            Kita pulang sekolah beramai – ramai berjalan,
            Sambil tarik – menarik walaupun panas terik menelan
            Dan kitapun tertawa habis – habisan
            Lama – kelamaan kita mengakhiri perjalanan
            Kemudian,
             sampai dirumah dan kita lahap saat makan.
Delapan belas tahun telah terlewatkan….
Sekarang kau dimana Teman?
Apakah kau telah lupa dengan kata – kata yang telah kau ucapkan?
Apakah kau telah melupakan saat kita menegakkan benang basah di tepi perairan?
Aduh, kalau memang kau harus melupakan
Kalau mamang kau harus membiarkan
Aku tak sanggup, aku tak sanggup dengan semua ini tuk menahan
Menahan rasa rindu dan sedih yang berkepanjangan
           
            Dimana pun kau dan aku Teman !
            Semoga ada waktu dan tidak ada hambatan!
            Tuk mangawali perjumpaan
            Perjumpaan dengan hati yang gembira, bukan dengan kesedihan!
Dimana pun kau dan aku teman!
Kita tetap dalam lindungan Tuhan
Selamat berjuang teman.      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar