Minggu, 19 Januari 2014

Awal dan Akhir Terseyum

Oleh : Masimantap Habeahan

Dimalam hari,
Embun melewati dedeunan di taman yang lebat
Dia memberikan kesegaran pada tanaman itu
Dia membuat dedaunan itu tertawa,
Tawa mereka menunjukkkan apa yang mereka rasakan
Mereka merasakan suka cita karena kesegaran yang mereka alami
Dia membuat dedaunan itu berkembang dan mekar
Dia seolah-olah melihat mereka dari jauh
Hingga Embun itu tahu,
Saat kapan dedaunan itu membutuhkannya.
            Pagi – pagi benar,
Angin menyentuh mereka dengan hembusan nafas - Nya yang lembut
Dalam tarian mereka seolah – olah  :
Mengucap syukur atas segala kebaikan dari – Nya
Sesudah matahari terbit mengglobal,
Mereka merasa hangat dalam aktivitas yang padat,
Tapi, sempat  mereka bingung dan linglung,
Karena kehangatan itu berubah menjadi bara api
dan membuatnya layu dan tidak menari lagi.
Kebingungan mereka ingin mencari jawaban,
Namun, bisikan – bisikan terdengar dari dedaunan :
 tak mungkin Dia membiarkan kami seperti ini, Dia mengerti dengan kami.
            Tiba saatnya disore hari,
            Mereka kelihatan lelah dan resah,
            Gelisah dan sedikit latah,
            Dalam penantian juga terlihat semangat yang agak patah
            Namun mereka masih menyimpan gairah
Sampai malam hari akan tiba kembali
Kemudian,
Malam hari telah tiba kembali,
Titik Embun melewati dedeunan di taman yang lebat,
Dia memberikan kesegaran pada tanaman itu,
Dia membuat dedaunan itu tertawa kembali,
Tawa mereka menunjukkkan apa yang mereka rasakan,
Mereka merasakan suka cita karena kesegaran yang mereka alami !
Dia membuat dedaunan itu berkembang dan mekar
Dia seolah-olah melihat mereka dari jauh  
Hingga Embun itu tahu saat kapan dedaunan itu membutuhkannya,
Dan pada akhinya,
Embun itu tidak pernah membiarkan kami binasa :
Embun itu justru melatih kami tuk bersabar dalam tekanan serta cercaan seperti bara api.
Terimakasih Embun ..
             

Puisi ini menyimpan makna yang khas dan apabila kita membacanya dengan baik, maka pembaca akan mendapatkan makna khusus. Dalam puisi ini, sengaja saya tulis kata – kata yang sederhana, yang dapat di telaah dengan cepat.
Sinopsis : Tuhan memberikan kekuatan pada  manusia di malam hari untuk dipakainya di siang hari. Pada siang hari, manusia memanfaatkan kekuatan tersebut. Tapi, manusia berpikir bahwa dia tidak sanggup melewati hari – harinya dengan kekuatan yang Tuhan berikan. Dan itulah saat –saat kejenuhan pada diri manusia yang ingin mencari jawaban atas hari – hari yang dilaluinya. Walaupun diselimuti kejenuhan, namun manusia itu tetap bertahan dan pada akhirnya dia mengucap Syukur.
            Kita menemukan kata benda secara berulang – ulang di tulis diatas. Kata ini saya pilih sedemikian rupa untuk lebih mempermudah cara kerja Tuhan pada manusia (Menandakan bahwa Tuhan tetap bekerja pada malam hari / ditiap waktu ). Tuhan saya ibaratkan Embun yang memberikan kesegaran pada manusia ( Bukan hanya dimalam hari )  dan tanaman atau dedaunan saya ibarat manusia.  Menurut  KBBI, inilah pengertian Embun adalah Em·bun n 1 titik-titik air yg jatuh dr udara (terutama pd malam hari); 2 uap yg menjadi titik-titik air; 3 Met endapan tetes air yg terdapat pd benda dekat atau di permukaan tanah yg terbentuk akibat pengembunan uap air dr udara di sekitarnya;spt -- di atas daun, pb selalu berubah (tt niat, maksud); spt -- di ujung rumput, pb lekas hilang (tt cinta kasih dsb);-- asap embun halus spt asap pd malam hari; -- beku endapan berupa es berbentuk butiran, yg mengandung air; -- betina embun yg kecil-kecil; -- jantan embun yg besar-besar; -- lebat embun jantan; -- pagi kabut pd pagi hari; -- rintik embun yg kecil-kecil dan banyak; -- upas embun pagi yg membeku;ber·em·bun v 1 ada embunnya; tersaput (oleh) embun: ketika itu daun dan rumput masih ~; 2 tidur di luar rumah dsb (pd malam hari); membiarkan diri kena embun: pd pagi hari lebih baik engkau ~;meng·em·bun v 1 menjadi embun; menjadi titik-titik air (tt uap): lama-kelamaan udara yg lembap itu ~; 2 menyerupai embun; menjadi spt embun;meng·em·buni v membasahi dng titik-titik air: petani tembakau itu ~ tembakaunya supaya tidak rapuh;meng·em·bun·kan v 1 menjadikan embun; melakukan proses pengembunan; 2 menaruh di luar rumah (pd malam hari) supaya kena embun: ia biasa ~ air bersih segelas dan meminumnya sbg obat;mem·per·em·bun·kan v mengembunkan;peng·em·bun n alat pengalih panas untuk mendinginkan dan mengembunkan uap minyak; kondensor;peng·em·bun·an n 1 proses, cara, perbuatan mengembunkan; 2 Kim perubahan dr keadaan gas ke keadaan cair;~ bertingkat Kim metode pemisahan campuran gas dng jalan menurunkan suhu atau menaikkan tekanan sehingga salah satu dr campuran gas itu mengembun (menjadi titik-titik air);em·bun·an n Kim cairan yg diperoleh dr mengembunnya uap krn kalor penguapan yg tersembunyi telah ditarik, msl dng pendinginan.
Jadi, saya merasa tidak terlalu sulit dipahami kiasan tulisan ini yang memakai kata benda Embun sebagai Tuhan.
Semoga Bermanfaat….. J
HORAS………………….!