Oleh : Masimantap Habeahan
Dimalam hari,
Embun melewati dedeunan di taman yang lebat
Dia memberikan kesegaran pada tanaman itu
Dia membuat dedaunan itu tertawa,
Tawa mereka menunjukkkan apa yang mereka rasakan
Mereka merasakan suka cita karena kesegaran yang mereka
alami
Dia membuat dedaunan itu berkembang dan mekar
Dia seolah-olah melihat mereka dari jauh
Hingga Embun itu tahu,
Saat kapan dedaunan itu membutuhkannya.
Pagi – pagi benar,
Angin menyentuh mereka dengan hembusan nafas - Nya yang lembut
Dalam tarian mereka seolah – olah :
Mengucap syukur atas segala kebaikan dari – Nya
Sesudah
matahari terbit mengglobal,
Tapi,
sempat mereka bingung dan linglung,
Karena
kehangatan itu berubah menjadi bara api
dan
membuatnya layu dan tidak menari lagi.
Kebingungan
mereka ingin mencari jawaban,
Namun,
bisikan – bisikan terdengar dari dedaunan :
tak mungkin Dia membiarkan kami seperti ini,
Dia mengerti dengan kami.
Tiba saatnya disore hari,
Mereka kelihatan lelah dan resah,
Gelisah dan sedikit latah,
Dalam penantian juga terlihat
semangat yang agak patah
Namun mereka masih menyimpan gairah
Sampai malam hari akan tiba kembali
Kemudian,
Malam hari
telah tiba kembali,
Titik Embun
melewati dedeunan di taman yang lebat,
Dia
memberikan kesegaran pada tanaman itu,
Dia
membuat dedaunan itu tertawa kembali,
Tawa
mereka menunjukkkan apa yang mereka rasakan,
Mereka
merasakan suka cita karena kesegaran yang mereka alami !
Dia membuat
dedaunan itu berkembang dan mekar
Dia
seolah-olah melihat mereka dari jauh
Hingga Embun
itu tahu saat kapan dedaunan itu membutuhkannya,
Dan pada
akhinya,
Embun itu
tidak pernah membiarkan kami binasa :
Embun itu
justru melatih kami tuk bersabar dalam tekanan serta cercaan seperti bara api.
Terimakasih
Embun ..
Puisi
ini menyimpan makna yang khas dan apabila kita membacanya dengan baik, maka
pembaca akan mendapatkan makna khusus. Dalam puisi ini, sengaja saya tulis kata
– kata yang sederhana, yang dapat di telaah dengan cepat.
Sinopsis : Tuhan
memberikan kekuatan pada manusia di
malam hari untuk dipakainya di siang hari. Pada siang hari, manusia
memanfaatkan kekuatan tersebut. Tapi, manusia berpikir bahwa dia tidak sanggup
melewati hari – harinya dengan kekuatan yang Tuhan berikan. Dan itulah saat
–saat kejenuhan pada diri manusia yang ingin mencari jawaban atas hari – hari
yang dilaluinya. Walaupun diselimuti kejenuhan, namun manusia itu tetap
bertahan dan pada akhirnya dia mengucap Syukur.
Kita menemukan kata benda secara
berulang – ulang di tulis diatas. Kata ini saya pilih sedemikian rupa untuk
lebih mempermudah cara kerja Tuhan pada manusia (Menandakan bahwa Tuhan tetap bekerja pada malam hari / ditiap waktu ).
Tuhan saya ibaratkan Embun yang memberikan kesegaran pada manusia ( Bukan hanya dimalam hari ) dan tanaman atau dedaunan saya ibarat
manusia. Menurut KBBI, inilah pengertian Embun adalah Em·bun n 1
titik-titik air yg jatuh dr udara (terutama pd malam hari); 2 uap yg menjadi titik-titik air; 3 Met endapan tetes air yg terdapat pd benda
dekat atau di permukaan tanah yg terbentuk akibat pengembunan uap air dr udara
di sekitarnya;spt
-- di atas daun, pb selalu berubah (tt niat, maksud); spt -- di ujung
rumput, pb lekas hilang (tt cinta kasih dsb);-- asap embun halus spt asap pd malam hari; -- beku endapan berupa es berbentuk butiran, yg
mengandung air; -- betina embun yg
kecil-kecil; -- jantan embun yg
besar-besar; -- lebat embun jantan; -- pagi kabut pd pagi hari; -- rintik embun yg kecil-kecil dan banyak; -- upas embun pagi yg membeku;ber·em·bun v 1
ada embunnya; tersaput (oleh) embun: ketika itu daun dan rumput masih ~; 2 tidur di luar rumah dsb (pd malam hari);
membiarkan diri kena embun: pd pagi hari lebih baik engkau ~;meng·em·bun v 1
menjadi embun; menjadi titik-titik air (tt uap): lama-kelamaan udara yg lembap itu ~;
2 menyerupai embun; menjadi spt embun;meng·em·buni v membasahi dng titik-titik
air: petani
tembakau itu ~ tembakaunya supaya tidak rapuh;meng·em·bun·kan v 1
menjadikan embun; melakukan proses pengembunan; 2
menaruh di luar rumah (pd malam hari) supaya kena embun: ia biasa ~ air bersih
segelas dan meminumnya sbg obat;mem·per·em·bun·kan
v
mengembunkan;peng·em·bun n alat
pengalih panas untuk mendinginkan dan mengembunkan uap minyak; kondensor;peng·em·bun·an n 1
proses, cara, perbuatan mengembunkan; 2 Kim
perubahan dr keadaan gas ke keadaan cair;~
bertingkat Kim metode pemisahan campuran gas dng jalan menurunkan suhu atau
menaikkan tekanan sehingga salah satu dr campuran gas itu mengembun (menjadi
titik-titik air);em·bun·an n Kim cairan
yg diperoleh dr mengembunnya uap krn kalor penguapan yg tersembunyi telah
ditarik, msl dng pendinginan.
Jadi, saya merasa tidak
terlalu sulit dipahami kiasan tulisan ini yang memakai kata benda Embun sebagai
Tuhan.
Semoga Bermanfaat….. J
HORAS………………….!