Senin, 07 Juli 2014

SEPEDAKU PATAH SAAT OLAH RAGA = SUKA CITA


Oleh : Masimantap Habeahan

Sore menuju malam hari, mendengar suara jangkrik yang berbunyi. saya tidak mengetahui dengan pasti dimana letak jangkrik tersebut. Saya cari di sudut kamar tak ada. Eehh, setelah saya buka pintu kamar rupanya jangkrik itu diluar. Dan saya terkejut rupanya siang hari cukup cepat bergerak menuju malam hari. Saat itu pula, SAYA HARUS OLAH RAGA DENGAN NAIKSEPEDA. Naik sepeda berlari dengan cepat.
Perasaan ada yang kurang, kata hatiku. Karena tidak biasanya sepeda ini menari – nari sembari berjalan di jalan yang rata. Setelah itu, saya berhenti sejenak untuk memeriksa sepeda tersebut. Setelah saya amati, saya panot-noti ternyata ada baut yang longgar pada roda depan yang menghubungkan shock-absorber dengan roda depan. Kemudian saya kencangkan baut itu tanpa bantuan dan perjalan untuk melanjut olah raga saya mulai lagi. 
Tiba – tiba tanpa sepengetahuan akal sehat ku, sepeda ini menari – nari lagi, dan sudah agak malas untuk berhenti, apalagi memeriksa sepeda ini. Ah.. saya teruskan aja deh. Dan berjalan kira – kira 500 meter lagi. Gedorrrrr……. Kata sepeda ini, dan saya pun terjatuh……. ban sepeda entah kemana perginya. Kemudian, saya berdiri rupanya ban sepeda ku masuk kerumah orang lain (namanya disamarkan). Sepeda ini tinggal hanya satu roda dan saya anggkat ke tepi jalan supaya tidak mengggu orang lain.
2 meter lagi saya berpikir untuk masuk dan permisi mengambil ban sepeda yang tadi masuk kerumah bapak itu. Karna saya mendengar mereka lagi berantam. Bahkan saya mendengar tamparan yang kuat ke wajah istrinya. Saya pun tak habis akal : saya langsung manjat jendela untuk melihat keadaan si ibu (istri sibapak yang menampar itu), PAS… tamparan balik, PISS... saya tak tahan mendengar dan melihat tamparan itu, hatiku makin panas lihat sang suami yang menampari isterinya, tangan ku mulai gatal ingin menghajar balik sang suami itu tapi saya tak berhak tuk menghakimi. 
Bertekad untuk masuk mendamaikan SUAMI/ISTRI itu, lalu saya menenangkan hati dan berdoa, agar saya dapat mengambil ban sepeda itu dan mendamaikan mereka. Namun, rasa pesimis selalu ada tapi lebih kuat rasa optimis. Prinsip itulah yang membuat saya untuk tetap masuk kedalam rumah dengan alasan jika di Tanya, untuk mengambil ban sepeda ku yang masuk kedalam. 
Dengan kondisi, si ibu sedang menangis akibat tamparan suaminya pake sepatu warna hitam saya memberanikan diri untuk masuk ke dalam.
Dari pintu depan saya berkata : 
Permisi pak…. Permisi pak…. Sampai 5 x saya panggil suara ku belum ada fecdbacknya. Tapi suara si ibu makin kecil volumenya setelah mendengarkan suara dari saya, entah mereka dengar saya kurang tahu. 
Permisi pak… dengan suara yang lembut, 2 x lagi,, permisi pak,, dan sang suami ibu tersebut menjawab dengan gaya bahasa yang arogan : MASUK………… ! 
Dan saya membrikan alasan kepada sang suami ibu itu : pak, sepeda saya patah shocknya, jadi ban (rodanya ) berjalan kerumah bapak. TAPI TIDAK ADA SAYA LIHAT MASUK KEDALAM RUMAH INI !!!! Jawab sang suami ibu pada saya. Kemudian saya tetap tenang menghadapinya. Lalu dengan kalimat yang lembut saya menjawab : itunya pak, pas dibelakang bapak.. entah kenapa si ibu langsung terseyum siput.. dan saya pun bahagia lihat senyum si IBU itu.
Karena ibu itu melihat darah yang ada pada tangan kiri ku, si ibu langsung mengundang saya untuk duduk di bangku sofanya. (mungkin si IBU itu bersyukur atas kedatangan saya, karna si bapak tak menamparnya lagi). Rupanya ibu ini seorang dokter punya anak perempuan 3 kuliah di salah satu perguruan tinggi USU. 2 orang jurusan FKG dan 1 orang FKM. Kemudian saya Tanya lagi pada ibu (sembari ibu mengoleskan kapas pake arkolhol yang pedas ke tangan saya), KENAPA si bapak menampari ibu tadi. Kemudian si ibu menjawab dengan wajah yang sedih : sudah menjadi kebiasaan ku nak seperti ini.. ga boleh gitu bu… jawab ku.. kemudian si bapak melihat ku terus menerus dari jendela belakang.. saya sempat mau pulang, karena takut.. lagian juga sudah pukul 11 malam.. namun apa yang saya pikirkan tentang sibapak yang menampari si Ibu itu,, berbeda.. dan mengalami perubahan. Dan sibapak mengambil segelas air putih untuk saya minum (karna sibapak juga bersyukur atas kedangan saya, emosinya terkontrol saat saya datang) dan SEGELAS air putih itu, diletakkan di atas meja tempat saya curhat dengan ibu itu…
Pukul 12 malam, kami masih tetap bercerita – cerita, dan saya bertanya kepada mereka : bu.. pak.. kog bisa tadi klian berantam? Mereka pun saling melihat. Dan si ibu duluan menjawab.. udalah nak, ga usah di bahas lagi.. heheheheheee kami pun tertawa bersama.. setelah tertawa suami istri itu : ketiga anaknya tiba di rumah karena pulang liburan dari tempat liburan yang di tebing.. dan ibu bapanya menyambut mereka seakan tak ada masalah… fantastis bukan????? Hahaaa
Si ibu memperkenalkan saya pada ketiga anaknya : saya pun menyalami nya dengan sukacita. Tapi lucunya : si ibu bilang anak ibu no 2, belum punya PACAR (menurutku jadi lari pembicaraan haahaha) saya da ada yang punya bu,, kubilang ma ibu itu..… … ah, ahahaaaa tawa kami bersama… .
INTINYA : saya membawa damai kepada MEREKA BERDUA, walaupun mereka tidak menyebutkan sebab akibat dari masalah mereka pada saya.
Walaupun saya terjatuh, dan ban sepedaku lari dari casis nya saya tetap bersyukur karena dibalik semua itu ada pelajaran yang baru dan pengalaman yang tak bisa di lupakan… selamat malam ibu… saya pulang karena saya masih mengerjakan SIKRIPSI saya… hehheheeh….

Bukan MANUSIA yang INKLUSIF

Oleh : Masimantap Habeahan

Sepenggal CERITA
Saya pernah membaca buku Filsafaf. Ketika saya membacanya, halaman demi halaman terlewatkan. Tiba – tiba dihalaman berikutnya ada pernyataan yang menarik dan yang belum pernah saya dapat. Inilah pernyataan tersebut : KETIKA GARAM DI SIMPAN DALAM KALENG = HANCUR. Pertama – tama saya tercengang membaca kalimat tersebut. Namun setelah saya renungkan lama kelamaan pun jadi mengerti apa maknanya.
Makna yang saya dapat dari pernyataan itu, akan saya ungkapkan :
Setelah kami bertemu lalu duduk. Seorang  Ce mengalami kesedihan. Ce tersebut menceritakan tentang APA YANG DIA ALAMI  kepada seorang Co. Waktu itu,  dia sempat susah mengeluarkan kata – katanya untuk memulai. Tapi Co tersebut semakin penasaran dan bertanya padanya : sebenarnya apasih yang mau kamu share? Ce itu pun menjawab dengan kata – kata yang tidak nyambung menurut Co itu. Bisa ga saya kesana bentar... trus Co : mau ngapain ? Ce : adalah... bentar ajanya,, sempat terdiam beberapa detik. Kemudian Co : boleh.. J ...
Beberapa detik lagi Ce itu datang dan dia pun bercerita tentang kesedihan yang dialaminya. Co pun mendengarkannya dengan sangat serius.
Ce : sebenarnya ................................ ( Ce bercerita tentang keluarganya )
Co : trus,,,,
Ce : ................................... (Ce itu menangis dan sedih )
Co :.................................... (sebenarnya ikut juga menangis, tapi dalam hati..  namun ketika saya menyadari, bahwa saya lah sebagai motivator untuknya itulah alasanya saya tidak menangis dengan kelihatan)
Ce : ..................................( masih tetap menangis dan  berkata – kata )
Co : ..................................(saya sempat bingung mau ngapain namun, saya pun berusaha untuk menghiburnya dengan  mengutip kata – katanya barusan beberapa kalimat (....................................) dari kalimat yang saya kutip tersebut, saya perjelas dan saya tanya balik ke Ce tentang kalimat itu. Dan dia pun tersenyum .. kemudian kami tertawa. Dan saya mengalihkan pembicaraan agar tidak ditelan kesedihan... hahahahahaha)
Kaitannya : jika GARAM DISIMAPAN DALAM KALENG = HANCUR : fiksi di atas adalah makna dari pernyataan ini. Jika kita menyimpan garam dalam kaleng maka lama kelamaan akan berkarat dan setelah itu kaleng tersebut akan habis. Begitu juga dengan kehidupan manusia. Jika kita mempunyai problem  yang kadang membuat kita jadi galau maka ada baiknya kita cari teman SHARE, dengan alasan : agar dapat dicari pemecahannya atau teman share kita dapat menghibur kita. Sehingga dengan bertukar pikiran semacam ini secara otomatis mengurangi beban dalam diri kita. Tetapi jika kita menjadi serupa dengan pernyataan di atas  “ GARAM DISIMPAN DALAM KALENG = HANCUR” maka jangan ada penyesalan di kemudian hari karena akan berakibat fatal pada saraf anda. MASALAH diibaratkan dengan garam dan OTAK & SARAF  diibaratkan dengan kaleng.
Menjadi manusia yang inklusif itu tidak selamanya dapat dimengerti orang lain. Emang sih, ada saat – saat nya kita tertawa sampai termehek – mehek dan ada juga saat nya kita menangis dengan air mata yang begitu deras. Tapi hal semacam itu hanyalah bunga – bunga kehidupan yang harus di lewati setiap orang. Karna tak ada manusia di bumi ini yang  hidupnya tertawa terus atau pun menangis terus selain dari pada orang GILA. Memang ketika kita mempunyai beban kadang kita sulit berbagi dengan orang lain. Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemikiran tiap orang adalah sebagai berikut : ah, mungkin aja tak ada gunanya jika kita share dengan teman - teman. Hal pesisimis semacam inilah kadang membuat kita menjadi semakin terpuruk dalam kesedihan. Hmnn.... L.....
Kesimpulan : Dari cerita diatas, kita dapat mengambil makna bahwa ketika kita terbuka dengan orang yang kita anggap nyaman, secara otomatis akan mengurangi beban yang ada pada kita. HEHEHEHEHE.. pelcayalah...