Oleh : Masimantap Habeahan
Apa itu Salib?
Sesudah Masehi,
atau ketika Yesus sudah berada di Dunia ini, dan sampai pada saat Yesus
tersalib akibat ulah manusia, Salib dikenal sebagai hukuman yang paling hina
bagi yang menerima hukuman di bangsa Yahudi. Salib itu, juga dikenal diseluruh
Dunia sebagai lambang Agama Kristen dan Salib dapat juga diartikan sebagai
tanda kasih. Tanda kasih yang dimaksud disini adalah, ketika Salib dari atas
kebawah ( vertikal ) itu di artikan
sebagai tanda kasih Tuhan kepada ciptaan-Nya, dan ketika salib mendatar ( horizontal ) itu diartikan sebagai
tanda kasih diantara sesama ciptaan-Nya.
Mengapa harus memikul salib?
Dikalangan mahasiswa sekarang, kecenderungan orang memakai
lambang Agama Kristen atau disebut dengan Salib, tetapi apakah itu sudah menandakan
bahwa ia telah memikul salib? Pertannyaan ini, Tidak dapat dijawab dengan mudah atau tidak dapat dijawab hanya
dengan kata-kata yang manis, tetapi ini akan menjadi tanda tanya besar bagi
kita. Dalam hal memikul Salib, sebenarnya ungkapan ini tidak mudah di
aplikasikan atau diterapkan untuk umat Kristiani. Mengapa? Karena, banyak
orang tidak mengetahui apa sebenarnya makna dari memikul Salib, sehingga dihari
kemudian orang-orang tersebut sering keliru dalam hal berpikir dan bertindak
untuk memikul Salib dan bagaimana sebenarnya cara memikul Salib yang benar.
Memikul salib bukan berarti harus membentuk sebuah salib yang terbuat dari bahan
kayu atau bahan lainnya. Namun, memikul salib adalah ketersediaan hati untuk mengikut,
mengakui, menerima dan melaksanakan segala sesuatu yang di kehendaki Tuhan dari kita.
Tidak seharusnya orang membuat salib yang besar yang dipasang
pada leher, dan tidak seharusnya orang Kristen itu menunjukkan dirinya dengan cara kata – kata fanatik kepada orang
lain bahwasanya, ia telah memikul Salib Kristus. Orang Kristen itu, adalah
orang berinteligensi sehat, orang yang
rendah hati yang dapat menunjukkan Salib kepada lingkungan sekitarnya atau
kepada sesama, dengan perbuatan yang baik dan bermakna dan dapat menginspirasi,
meneguhkan sesama untuk saling mengasihi. Orang Kristen itu juga dikenal
sebagai orang yang peduli terhadap orang lain melalui gelagat yang lebih
membangun spiritual dan melalui gelagat yang baik untuk pembinaan moral yang
lebih spesifik.
Jadi, haruskah umat Kristiani memikul Salib Kristus? Dan apa
tujuannya jikalau saya memikul Salib? Sebagai umat yang sudah diselamatkan oleh Tuhan dari Dunia kegelapan menuju dunia
yang terang, umat Kristiani sudah sepatutnya untuk bersama-sama memikul Salib
Kristus. Namun, sangat disayangkan, karena kebanyakan orang tidak mempedulikan
makna arti untuk memikul Salib. Tidak banyak orang yang mau terlibat dalam hal
melayani Tuhan ( memikul salib )
karena, banyak faktor-faktor yang dihindari, seperti:
·
Melayani itu sangat
merepotkan bagi saya,
·
Melayani itu, kadang tidak
menyenangkan,
·
Melayani adalah bukan
tugas seorang mahasiswa,
·
Saya tidak pantas untuk
melayani karena akibat dosa yang banyak,
·
Saya tidak dapat melayani,
karena saya takut studi ketinggalan,
Hal seperti inilah yang
menjadi alasan untuk dihindari sebahagian orang. Tidak pernah Tuhan memaksaan ciptaan-Nya harus memikul salib, namun, Tuhan
mengharapkan ketersediaan atau bentuk kesadaran kita sebagai umat Kristiani
dapat melayani Tuhan ( memikul salib )
dengan mengambil bagian dan bertanggungjawab sepenuhnya dalam suka maupun duka
untuk bagian tersebut. Hal yang paling sulit untuk dilakunkan sebahagian
ciptaan Tuhan adalah hal memikul salib, karena bukan pekerjaan yang sesuka hati
untuk melayani Tuhan.
GOD BLESS.. :)
BalasHapus