Selasa, 10 September 2013

PIKUL SALIBMU



Oleh : Masimantap Habeahan
Apa itu Salib?
 Sesudah Masehi, atau ketika Yesus sudah berada di Dunia ini, dan sampai pada saat Yesus tersalib akibat ulah manusia, Salib dikenal sebagai hukuman yang paling hina bagi yang menerima hukuman di bangsa Yahudi. Salib itu, juga dikenal diseluruh Dunia sebagai lambang Agama Kristen dan Salib dapat juga diartikan sebagai tanda kasih. Tanda kasih yang dimaksud disini adalah, ketika Salib dari atas kebawah ( vertikal ) itu di artikan sebagai tanda kasih Tuhan kepada ciptaan-Nya, dan ketika salib mendatar ( horizontal ) itu diartikan sebagai tanda kasih diantara sesama ciptaan-Nya.
Mengapa harus memikul salib?
Dikalangan mahasiswa sekarang, kecenderungan orang memakai lambang Agama Kristen atau disebut dengan Salib, tetapi apakah itu  sudah menandakan bahwa ia telah memikul salib? Pertannyaan ini, Tidak dapat dijawab dengan mudah atau tidak dapat dijawab hanya dengan kata-kata yang manis, tetapi ini akan menjadi tanda tanya besar bagi kita. Dalam hal memikul Salib, sebenarnya ungkapan ini tidak mudah di aplikasikan atau diterapkan untuk umat Kristiani. Mengapa?  Karena, banyak orang tidak mengetahui apa sebenarnya makna dari memikul Salib, sehingga dihari kemudian orang-orang tersebut sering keliru dalam hal berpikir dan bertindak untuk memikul Salib dan bagaimana sebenarnya cara memikul Salib yang benar. Memikul salib bukan berarti harus membentuk sebuah salib yang terbuat dari bahan kayu atau bahan lainnya. Namun, memikul salib adalah ketersediaan hati untuk mengikut, mengakui, menerima dan melaksanakan segala sesuatu yang di kehendaki Tuhan  dari kita.
Tidak seharusnya orang membuat salib yang besar yang dipasang pada leher, dan tidak seharusnya orang Kristen itu menunjukkan dirinya  dengan cara kata – kata fanatik kepada orang lain bahwasanya, ia telah memikul Salib Kristus. Orang Kristen itu, adalah orang berinteligensi  sehat, orang yang rendah hati yang dapat menunjukkan Salib kepada lingkungan sekitarnya atau kepada sesama, dengan perbuatan yang baik  dan bermakna dan dapat menginspirasi, meneguhkan sesama untuk saling mengasihi. Orang Kristen itu juga dikenal sebagai orang yang peduli terhadap orang lain melalui gelagat yang lebih membangun spiritual dan melalui gelagat yang baik untuk pembinaan moral yang lebih spesifik.
Jadi, haruskah umat Kristiani memikul Salib Kristus? Dan apa tujuannya jikalau saya memikul Salib? Sebagai umat yang sudah diselamatkan  oleh Tuhan dari Dunia kegelapan menuju dunia yang terang, umat Kristiani sudah sepatutnya untuk bersama-sama memikul Salib Kristus. Namun, sangat disayangkan, karena kebanyakan orang tidak mempedulikan makna arti untuk memikul Salib. Tidak banyak orang yang mau terlibat dalam hal melayani Tuhan ( memikul salib ) karena, banyak faktor-faktor yang dihindari, seperti:
·         Melayani itu sangat merepotkan bagi saya,
·         Melayani itu, kadang tidak menyenangkan,
·         Melayani adalah bukan tugas seorang mahasiswa,
·         Saya tidak pantas untuk melayani karena akibat dosa yang banyak,
·         Saya tidak dapat melayani, karena saya takut studi ketinggalan,
Hal  seperti inilah yang menjadi alasan untuk dihindari sebahagian orang. Tidak pernah Tuhan memaksaan  ciptaan-Nya harus memikul salib, namun, Tuhan mengharapkan ketersediaan atau bentuk kesadaran kita sebagai umat Kristiani dapat melayani Tuhan ( memikul salib ) dengan mengambil bagian dan bertanggungjawab sepenuhnya dalam suka maupun duka untuk bagian tersebut. Hal yang paling sulit untuk dilakunkan sebahagian ciptaan Tuhan adalah hal memikul salib, karena bukan pekerjaan yang sesuka hati untuk  melayani  Tuhan.

1 komentar: