Rabu, 18 September 2013

Puisi Habehan Selektif Aroma CINTA Tuhan

Oleh : Masimantap Habehan

Belajar Dari Kesalahan
Hari-hariku yang suram
Ajari ‘ku untuk menyulam
Segala yang t’lah terjadi
Biarlah menjadi saksi
              Setiap hari aku menyakiti,
              Setiap hari banyak orang tersakiti
              Tetapi,
              Disaat aku  berjalan, disaat aku menyadari
Dan aku pun berhenti
             
Dunia yang gelap!!!
Berilah sinar gemerlap
Agar semua tau sinar-Mu
Menerangi aku
              Dunia yang panas!!!
              Berilah aku  nafas
              Dan,
              Disaat itu, aku beranjak
              Dan menghembuskan gelagatku yang congkak


Buah Hati
Kehidupan ku,,
Engkau memberikan terminologi untuk ku
Kuasa-Mu selalu tak terselami
Menjalani  hari demi hari
Demi terwujudnya hari ini
            Segalanya,
            Hanyalah pemberian-Mu
            Segala yang ku punya,
            Segala yang telah terjadi
            Segala yang ada dibumi
            Tanpa perlindungan dari –Mu
            Yang kami inginkan  tiada arti.
Rasa panas membakar
Rasa manis telah hilang
Yang menjadi kata hati ku,
Namun,
Hari-hari pemberian-Mu
Menyadarkan ku,
Hari-hari memberikan jalan yang terang bagiku
Dan,
Segalanya bukan rancanganku
Hanyalah karena oleh-Mu
Sehingga,
Lahirnya buah hati menjadi jalan kebahagiaan .. 




CARA KERJA YANG BAIK
Saat aku berjalan di saat aku kesepian,
Aku melihat  dua pohon besar  yang berimpit atau lebih
yang selalu mengeluarkan suara karena tiupan angin,
mereka digoncang,
Aku memperhatikan kerja sama mereka yang saling menahan satu sama lain,
Aku pun berpikir,
Aku pun sempat megeluarkan kata-kata,
betapa bodohnya mereka?
mereka bergesek-gesekan,
mereka terluka,
mereka mengeluarkan sekuat tenaga,
mereka kelihatan mengeluarkan air mata ..
kemudian,
aku bersyukur dengan keadaan itu..
aku sadar..
semua yang mereka kerjakan
adalah demi kebaikan mereka..
aku sadar..
bahwa hidupku tidak jauh dari mereka,
tidak jauh dari cara kerja mereka..                            




Di saat Hujan datang
            Latar belakang puisi ini adalah ketika hujan datang dipagi hari tepatnya pada hari minggu, saya pun tidak merasa suka cita dipagi hari itu. Sehingga dipagi hari tersebutpun saya tidak pergi untuk beribadah karena hujan tersebut tidak mau untuk reda. Tapi saya membuat alarm dalam HP BBs ( Black Barry senter ) :p supaya saya ibadah di sore harinya. J

Di pagi hari
Aku menantikan matahari
Supaya dia pun menyinari
Menyinari langkahku dan sanubari
Untuk menggerakkankanku menari
Rasa dingin dan rasa sepi
Agar menjauh dari hati

Di pagi hari,
Aku ingin memberi diri
Memberi diri tuk di taburi
Ditaburi oleh kebenaran dan Dia berkati
Tuk menjadi pribadi
Seperti yang Tuhan kehendaki,






Jual Mahal

Puisi ini saya tuliskan ketika dalam melayani (Komisi Pembinaan ) ada seseorang yang ingin saya kejar tuk jadi CTH (calon teman hidup maksudnya ) :P cieeeeh.. hahahahahaha.. jadi saya pada saat itu pura – pura tak suka pada hal sebenarnya sangat suka ( kata orang itu jual mahal ). J


Dengan bangganya aku saat itu,
Saat itu, aku pun terseyum,
Aku merasakan aroma cinta dari jauh,
Aku ingin mendekat padanya tapi aku tak mau,
Tak mau??
Mengapa tak mau, kata orang – orang pada ku.
Kemudian,
Aku pun bermuka murung,
Detak jantungku  berkelahi,
Seperti langkah hewan yang bernyanyi.
Kulangkahkan kaki dari tempat duduk ku,
Aku pun berjalan, dan tetap berjalan,
Setelah itu, aku menyesalinya,
Aku berjanji,
Aku tak mau jadi munafik.


Kegelisahan Hati
Tuhan itu hadir dalam setiap kehidupan orang percaya, namun saya pada saat – saat tertentu mangalami rasa gelisah dan jenuh dalam melayani, seakan – akan Tuhan itu menjauh dalam hidupku pada hal Dia selalu menemani dan menolongku. J


Hari – hari ku penuh dengan warna,
Kemudian,
Aku berbicara pada angin yang berhembus,
Ku kepal tangan
Ku hadirkan sukacita,
Namun,
 Jembatan menjauh
Dan tembok pun membatasi
Sejuta impian bagaikan benih yang tak tumbuh,
Kecemerlangan embun pun di kotori oleh asap hitam dari bumi,
Hatiku terasa gelisah di pelukan kawan,
Luka tersembunyi dalam diri,
Akupun susah untuk berdiri,
Akupun mencari jawaban atas segalanya,
Akupun menunggu hujan turun dari langit,
Tuk  membasuh debuh yang mengotori hati ku..


               
Kepala ku mau meledak
 
Tuhan menciptakan manusia serupa dengan gambarNya. Tetapi seluruh ciptaan tersebut tidak satu pun yang mempunyai sifat yang sama. Semuanya mempunyai sifat – sifat bawaan masing  masing. Seperti saya contohnya mempunyai sifat didominasi Colerig namun, dapat memotivasi dan menginspirasi orang lain (itu sih kata orang) hehehe. Sifat agak keras muncul ketika dalam sebuah komunitas itu tidak memberikan contoh yang baik kepada AKK ( jika tidak berintegritas ). 
Aku tidak merasakan hasil dari hari ini,
tiap apa yang sudah ku jelajahi,
Ingin berbagi tapi,
Bingung,
Linglung,
Kemudian, tersinggung,
Seolah – olah aku tidak punya tempat untuk berlindung,
Aku pun berdiri dari tidurku,
Mengambil secangkir air tuk ku minum,
Mendinginkan panasnya kepala
Meredam debarnya jantung,
Membasahi keringnya mulut,
Lalu aku pun menarik nafas,
Dan,
Aku sadar semuanya,
 Hanya ambisius.







Heart:
Terlalu sakit untuk ditahankan,
Terlalu sulit tuk diungkapkan,
Kenapa ya ???? “kata hatiku yang terdalam”
Kemudian Aku bertanya lagi,
Kenapa ya ????
            Selalu berkhayal sebelum memulai,
            Selalu berkaca tuk mengenal diri,
            Tapi,
            Tetap menjadi…..
Menjadi hanya tekad !!!!
            Tekad yang tidak terwujud..
Membuat Aku menjadi frustasi dan galau oleh karenanya,
            Lalu, Aku pun berkata – kata,,
Cintaku bukanlah cinta pilihan
            Cintaku bukanlah cinta asongan
            Tetapi,
Cintaku adalah cinta yang Tuhan berikan kepadaku,
Supaya Aku,
Heart: Heart: mengerti betapa indahnya WARNA dunia yang membuatku bertambah dewasa.
Aku akan mendapatkannya….
            HEHEHE tatap c,mangat ya KOMBIN…. U ganteng kok,,J :D
               

Motivator dalam  studi


Sangat banyak waktu yang terlewati,
Sangat banyak aktivitasku yang tidak dinikmati,
Waktu terus beputar,  dan melingkupi studi,,
Oh Tuhan, apakah aku harus tetap disini,

Beribu alasan tuk, ungkapkan alasan,
Berjuta tantangan tuk, menciptakan kebebalan
Tetapi, Miliaran jalan tuk, menuju keberhasilan

Hari, berganti-hari,
Keringat akan membasahi,
Berjuang….
Berjuang…. 
Dan berjuahlah Tuk  menjalani,

Tapi,
Buanglah rasa hedonis,,,,
Dan buanglah rasa egois,,,
Bauanglah segala pesimis,,,,
Kemudian,
Terapkanlah rasa optimis…


 God Bless bagi yang membaca....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar