Senin, 09 September 2013

Bagaimanakah sifat kebahagiaan yang salah? ( Hedonisme )



Oleh : Masimantap Habeahan
Banyak hal yang dapat membuat perasaan kita menjadi nyaman, baik itu dari segi pengalaman pertemanan, memori, dan peemikiran lain yang menjadi hiasan yang membuat pemikiran atau organ kita menjadi kondusif. Pada saat ini, penulis membukakan sedikit tentang judul di atas.
            Jika kita pernah memperhatikan hiasan di rumah, kantor, maupun Gereja. Hiasan yang kita letakkan tersebut tentunya berfungsi untuk menyenangkan hati kita.
Salah satu contoh hiasan yang membuat hati kita nyaman adalah dapat kita katakan seperti hiasan Bunga. Hiasan bunga  lebih mayoritas digunakan bagi setiap individu. Jenis hiasan bunga yang akan di pakai di rumah biasanya adalah hiasan bunga mati dan bukan bunga hidup. Karena hiasan bunga mati sangat mudah memeliharanya, kita cukup hanya meletakkan di tempatnya yang cocok, dan memebersihkannya pada saat kotor atau ketika ada abu di bunga hiasan tersebut.
 Tetapi mengapa tidak bunga hidup?? Alasannya, cukup singkat: supaya tidak melelahkan. Dapat kita rasakan, ketika kita memelihara bunga hidup, kita akan sedikit repot merawatnya. Kita tidak cukup hanya berdiam diri, orang yang memeliharanya dipacu untuk lebih bertanggung jawab dan lebih kosisten dalam setiap kebutuhan hiasan bunga hidup tersebut. Seperti contoh dapat kita simpulkan secara dangkal dalam memelihara bunga hidup, yakni: orang tersebut harus meyiram pagi, sore dan malam, memberikan kompos pada saat bunga tersebut membutuhkanya dan bahkan kita tidak dapat bertingkah sesuka hati atau dapat kita katakan bahwa orang yang memelihara lebih berintelektual menghadapi keadaan bunga tersebut, sehingga bunga tersebut dapat memberikan kesegaran dan keindahan pada lingkungan sekitar.
Ketika Zaman berubah, maka kecendrunagan hati orang – orang juga akan ikut berubah. Dalam kehidupan kita yang singkat ini, apakah kita dapat memberikan yang terbaik kepada diri orang lain? Mustahil, jikalau diri kita belum dapat di perubahi, atau belum dapat kita manaz. Sehigga apa yang menjadi kebutuhan orang-orang yang belum dapat mengatur dirinya sendiri, akan menjadi sulit untuk mendapatkan apa yang hendak di raih. Bukan di salahkan dengan patal ketika kita di atur orang lain, tetapi sangat disalahkan jikalau terus menerus hidup dengan perintah orang lain, artinya manusia yang sudah tamat dengan pendidikan SMA, apalagi sudah menginjakkan kaki di perguruan tinggi haruslah mandiri dan bisa bekerja secara efisien untuk mencapai hasil yang efektif.
Sifat kebahagiaan yang salah adalah ketika orang-orang selalu menyenangkan hati dengan motivasi yang salah. Seperti contoh, memelihara bunga hiasan yang mati. Orang yang memelihara bunga hiasan yang mati akan selalu santai di bandingkan dengan orang yang memelihara bunga hiasan yang hidup. Kita sudah mengetahui satu persatu karakteristik dari kedua bunga tersebut. Ada yang melelahkan dan ada juga yang santai dalam memeliharanya. Sehingga ilustarsi yang demikian dapat mencerminkan kepada manusia – manusia sekarang. Karena, jika kita menyurvei, atau menyorot kehidupan sahabat- sahabat yang berada diantara kita atau lingkungan sekitar, hampir semua orang memiliki sifat yang hedonis. Beberapa contoh yang akan kita kaji adalah:
  • ketika orang sedang lapar, dan belum ada makanan yang tersedia, orang tersebut akan cenderung memilih makanan yang serba instan, seperti indomie, pop mie dan lain sebagainya.
  • Dalam rangka menghadapi ujian mid atau semester, sebahagian orang akan bekerja/belajar bukan pada waktunya, sehingga menunjukkan motivasi yang salah juga.
  • Saat persiapan melaksanakan kelompok di esok harinya, buku pedoman yang dibagikan pun tidak pernah dibaca. Atau dibaca tapi, tidak dapat dipahami, tidak dapat diterapkan pada adik-adiknya dan sesama.
  • Menganggap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan sempurna, padahal ¼ pun tidak menunjukkan hasil yang meksimal dan kita pun bahagia.
  • Alasan berdoa, saya berdoa, tapi dia tidak menyadari bahwa doanya tidak dapat dinikmati secara imanen tetapi kita bahagia juga.

Bertanggungjawab dalam segala hal,  bukanlah hal yang amat mudah, melainkan melelahkan. Kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis.begitulah ungkapan pepatah. Kembali kita ingat bahwa hedonisme adalah kesenagan sesaat bagi kehidupan manusiawi. Namun, jika kita hanya terpaku dengan keadaan sifat hedonis, lama kelamaan akan menimbulkan ketidak konsitenan pada diri kita (memilih hiasan bunga yang mati). Banyak orang bekerja keras untuk merih impiannya namun, sangat jarang menunjukkan hasil yang di iginkan, bahkan, orang tersebut berusaha mendengarkan inspirasi, ilustrasi, motivasi dan aspirasi demi untuk meraih impian tersebut, namun tetap juga tidak menunjukan hasil yang maksimal.
            Orang yang selalu mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan adalah orang yang meneladani Yesus. Namun, sebahagian orang belum mampu untuk membekali diri dalam meneladani Yesus. Artinya orang tersebut belum mampu mempertahankan kesabaran, sehingga banyak orang lari dari jalur, dan buah yang manis tidak akan diperolehnya di akhir kemudian. Motivasi yang seperti ini juga akan menunjukan sifat kebahagiaan yang salah (tetap memilih bunga hiasan yang mati).
            Dalam meneladani Yesus, orang – orang yang akan meneladani harus bertingkah laku seperti-Nya.  Dan tidak boleh tidak, apa yang Dia mau, itu harus dituruti. Kenapa? Penulis akan mengkaitkan sedikit tentang bunga hiasan mati dan bunga hiasan yang hidup. Kita mengetahui, bahwa, bunga hiasan yang mati, sangat mudah untuk merwatnya dan orang yang memeliharanya dapat bertingkah semaunya. Tetapi kita juga mengetahui, bahwa ketika kita memelihara bunga yang hidup, akan berbagai macam cara membuat dia menjadi yang seperti yang kita inginkan, dan bahkan kita belum mengetahui hari yang akan datang apa yang akan terjadi, dan bagaimana keadaan bunga tersebut. Dan orang yang memeliharanya juga tidak boleh bertingkah semaunya. Kita akan kembali ke pepatah tersebut, bahwa ketika orang sabar, akan memeperoleh hasil yang maksimal. Seperti itulah jalan hidup untuk meraih jalan yang sukses.
            Saat ini juga, bahwa berbagai pernyataan tersebut dapat kita simpulkan, bahwa memilih bunga hiasan yang hidup adalah hal yang terindah dalam kehidupan manusia. Artinya kita hidup tidak hanya menyenangkan diri sendiri, dan tidak bisa bertingkah semau kita. Kita juga harus lebih berintelektual dan teliti, untuk menghadapi situasi dan kondisi kehidupan, sehingga 80 persen sifat kebahgiaan yang salah akan menjauh dari kita. Itulah jalan yang menuju sukses ketika kita memilih bunga hiasan yang hidup, ada rasa lelah dalam mengerjakan hal yang terkait dalam bunga hiasan hidup, namun sangat menunjukkan hasil yang maksimum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar