Oleh : Masimantap Habeahan
Banyak hal yang dapat membuat perasaan kita menjadi nyaman, baik itu dari segi pengalaman pertemanan, memori, dan peemikiran lain yang menjadi hiasan yang membuat pemikiran atau organ kita menjadi kondusif. Pada saat ini, penulis membukakan sedikit tentang judul di atas.
Banyak hal yang dapat membuat perasaan kita menjadi nyaman, baik itu dari segi pengalaman pertemanan, memori, dan peemikiran lain yang menjadi hiasan yang membuat pemikiran atau organ kita menjadi kondusif. Pada saat ini, penulis membukakan sedikit tentang judul di atas.
Jika
kita pernah memperhatikan hiasan di rumah, kantor, maupun Gereja. Hiasan yang kita
letakkan tersebut tentunya berfungsi untuk menyenangkan hati kita.
Salah satu contoh hiasan yang membuat
hati kita nyaman adalah dapat kita katakan seperti hiasan Bunga. Hiasan
bunga lebih mayoritas digunakan bagi
setiap individu. Jenis hiasan bunga yang akan di pakai di rumah biasanya adalah
hiasan bunga mati dan bukan bunga hidup. Karena hiasan bunga mati sangat mudah
memeliharanya, kita cukup hanya meletakkan di tempatnya yang cocok, dan
memebersihkannya pada saat kotor atau ketika ada abu di bunga hiasan tersebut.
Tetapi mengapa tidak bunga hidup?? Alasannya,
cukup singkat: supaya tidak melelahkan. Dapat kita rasakan, ketika kita
memelihara bunga hidup, kita akan sedikit repot merawatnya. Kita tidak cukup
hanya berdiam diri, orang yang memeliharanya dipacu untuk lebih bertanggung
jawab dan lebih kosisten dalam setiap kebutuhan hiasan bunga hidup tersebut.
Seperti contoh dapat kita simpulkan secara dangkal dalam memelihara bunga
hidup, yakni: orang tersebut harus meyiram pagi, sore dan malam, memberikan
kompos pada saat bunga tersebut membutuhkanya dan bahkan kita tidak dapat
bertingkah sesuka hati atau dapat kita katakan bahwa orang yang memelihara
lebih berintelektual menghadapi keadaan bunga tersebut, sehingga bunga tersebut
dapat memberikan kesegaran dan keindahan pada lingkungan sekitar.
Ketika Zaman berubah, maka kecendrunagan
hati orang – orang juga akan ikut berubah. Dalam kehidupan kita yang singkat
ini, apakah kita dapat memberikan yang terbaik kepada diri orang lain?
Mustahil, jikalau diri kita belum dapat di perubahi, atau belum dapat kita
manaz. Sehigga apa yang menjadi kebutuhan orang-orang yang belum dapat mengatur
dirinya sendiri, akan menjadi sulit untuk mendapatkan apa yang hendak di raih.
Bukan di salahkan dengan patal ketika kita di atur orang lain, tetapi sangat
disalahkan jikalau terus menerus hidup dengan perintah orang lain, artinya
manusia yang sudah tamat dengan pendidikan SMA, apalagi sudah menginjakkan kaki
di perguruan tinggi haruslah mandiri dan bisa bekerja secara efisien untuk
mencapai hasil yang efektif.
Sifat kebahagiaan yang salah adalah
ketika orang-orang selalu menyenangkan hati dengan motivasi yang salah. Seperti
contoh, memelihara bunga hiasan yang mati. Orang yang memelihara bunga hiasan
yang mati akan selalu santai di bandingkan dengan orang yang memelihara bunga
hiasan yang hidup. Kita sudah mengetahui satu persatu karakteristik dari kedua
bunga tersebut. Ada yang melelahkan dan ada juga yang santai dalam
memeliharanya. Sehingga ilustarsi yang demikian dapat mencerminkan kepada
manusia – manusia sekarang. Karena, jika kita menyurvei, atau menyorot
kehidupan sahabat- sahabat yang berada diantara kita atau lingkungan sekitar,
hampir semua orang memiliki sifat yang hedonis. Beberapa contoh yang akan kita
kaji adalah:
- ketika orang sedang lapar, dan belum ada makanan yang tersedia, orang tersebut akan cenderung memilih makanan yang serba instan, seperti indomie, pop mie dan lain sebagainya.
- Dalam rangka menghadapi ujian mid atau semester, sebahagian orang akan bekerja/belajar bukan pada waktunya, sehingga menunjukkan motivasi yang salah juga.
- Saat persiapan melaksanakan kelompok di esok harinya, buku pedoman yang dibagikan pun tidak pernah dibaca. Atau dibaca tapi, tidak dapat dipahami, tidak dapat diterapkan pada adik-adiknya dan sesama.
- Menganggap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan sempurna, padahal ¼ pun tidak menunjukkan hasil yang meksimal dan kita pun bahagia.
- Alasan berdoa, saya berdoa, tapi dia tidak menyadari bahwa doanya tidak dapat dinikmati secara imanen tetapi kita bahagia juga.
Bertanggungjawab
dalam segala hal, bukanlah hal yang amat
mudah, melainkan melelahkan. Kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis.begitulah
ungkapan pepatah. Kembali kita ingat bahwa hedonisme adalah kesenagan sesaat
bagi kehidupan manusiawi. Namun, jika kita hanya terpaku dengan keadaan sifat
hedonis, lama kelamaan akan menimbulkan ketidak konsitenan pada diri kita
(memilih hiasan bunga yang mati). Banyak orang bekerja keras untuk merih
impiannya namun, sangat jarang menunjukkan hasil yang di iginkan, bahkan, orang
tersebut berusaha mendengarkan inspirasi, ilustrasi, motivasi dan aspirasi demi
untuk meraih impian tersebut, namun tetap juga tidak menunjukan hasil yang
maksimal.
Orang
yang selalu mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan adalah orang yang meneladani
Yesus. Namun, sebahagian orang belum mampu untuk membekali diri dalam
meneladani Yesus. Artinya orang tersebut belum mampu mempertahankan kesabaran,
sehingga banyak orang lari dari jalur, dan buah yang manis tidak akan
diperolehnya di akhir kemudian. Motivasi yang seperti ini juga akan menunjukan
sifat kebahagiaan yang salah (tetap memilih bunga hiasan yang mati).
Dalam
meneladani Yesus, orang – orang yang akan meneladani harus bertingkah laku
seperti-Nya. Dan tidak boleh tidak, apa
yang Dia mau, itu harus dituruti. Kenapa? Penulis akan mengkaitkan sedikit
tentang bunga hiasan mati dan bunga hiasan yang hidup. Kita mengetahui, bahwa,
bunga hiasan yang mati, sangat mudah untuk merwatnya dan orang yang
memeliharanya dapat bertingkah semaunya. Tetapi kita juga mengetahui, bahwa
ketika kita memelihara bunga yang hidup, akan berbagai macam cara membuat dia
menjadi yang seperti yang kita inginkan, dan bahkan kita belum mengetahui hari
yang akan datang apa yang akan terjadi, dan bagaimana keadaan bunga tersebut.
Dan orang yang memeliharanya juga tidak boleh bertingkah semaunya. Kita akan
kembali ke pepatah tersebut, bahwa ketika orang sabar, akan memeperoleh hasil
yang maksimal. Seperti itulah jalan hidup untuk meraih jalan yang sukses.
Saat
ini juga, bahwa berbagai pernyataan tersebut dapat kita simpulkan, bahwa
memilih bunga hiasan yang hidup adalah hal yang terindah dalam kehidupan
manusia. Artinya kita hidup tidak hanya menyenangkan diri sendiri, dan tidak
bisa bertingkah semau kita. Kita juga harus lebih berintelektual dan teliti,
untuk menghadapi situasi dan kondisi kehidupan, sehingga 80 persen sifat
kebahgiaan yang salah akan menjauh dari kita. Itulah jalan yang menuju sukses
ketika kita memilih bunga hiasan yang hidup, ada rasa lelah dalam mengerjakan
hal yang terkait dalam bunga hiasan hidup, namun sangat menunjukkan hasil yang
maksimum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar