Oleh
: Masimantap Habeahan
Ketekunan
Allah yang tidak tergoyahkan. Apabila Allah memilih pemimpin dalam suatu
komunitas atau dapat dikatakan pemimpin untuk bangsa, sebodoh apapun calon
pemimpin dihadapan manusia maka Allah akan melayakkannya sebagaimana yang Allah
inginkan, seperti Yakub. Allah memiliki sikap tersendiri yang tidak pernah
diketahui oleh manusia apa yang akan terjadi kedepannya. Allah dapat melihat
masa depan yang dalam seluruh aspek kehidupan.
Mengapa
manusia terkadang hanya melihat kesalahan orang lain ? atau memandangnya dari
luar atau terkadang saling merendahkan orang yang sudah rendah dihadapan
manusia? Pada saat ini kita mengetahui bahwa manusia selalu memperhatikan yang
terburuk dalam kehidupan sesamanya, tetapi Allah selalu mencari jalan yang
terbaik. Dengan jelas Allah melihat mata rohani yang terdalam didalam hati dan Allah bekerja untuk menjadikan kerinduan
itu menjadi kenyataan.
Disiplin
Allah yang diskriminatif, sebaik atau sejahat apapun orang Allah pasti
memperhitungkanya. Allah memperhatikan lamanya disiplin itu berlangsung.
Sebagai orang yang sudah mengakui dirinya hidup baru mungkin perubahannya
sangat cepat secara penglihatan atau pengamantan. Seberapa lamakah nantinya
yang hidup baru tersebut mengalami perubahan positif? Kita tidak mengetahui
sampai dimana dia mentok. Hanya Allah yang dapat memperhitungkannya. Ia hati –
hati dalam memilih bentuk disiplin. Bagaimanakah disiplin yang Allah inginkan? Saat
seorang petani menanam benih, maka petani tersebut akan memilih lokasi yang
cocok dengan benih tersebut yaitu : bagaimana bentuk tanahnya, apakah air yang
dibutuhkan tidak kewalahan untuk dicari, bagaimana caranya supaya benih
tersebut cepat bertumbuh dan berkembang. Cara tersebut jika dilaksanaakan maka
seorang petani tersebut dianggap disiplin dalam bertani. Allah menginginkan
disiplin itu bukan hanya pada saat – saat tertentu atau pada saat – saat ada
yang hendak di butuhkan. Ia berhati – hati dalam menentukan beratnya disiplin, kerohanian
yang benar menyambut baik kesengsaraan bila mana itu mengasilkan tuaian yang
lebih besar bagi Allah.
Kekuatan
Allah disempurnakan, dalam kelemahan kuasa-Ku menjadi disempurnakan. Mengapa
Allah tidak memakai orang – orang hebat? Allah adalah Allah yang Maha
segalanya. Perlu kita ketahui bersama bahwa manusia terlalu sering
menyombongkan diri walaupun manusia tersebut tidak mempunyai kelebihan yang
cukup bagus ( kemampuan manusia bersifat
terbatas ) dengan segala kelemahan manusia tetap memegahkan diri dihadapan
Allah. Tetapi ketika Allah memakai dengan segala ketidaklayakan kita menjadi
pelayan-Nya maka pada saat Itulah Allah menyempurnakan kuasa-Nya.
Kebencian
bagi Allah, Allah tidak menginginkan manusia jatuh kedalam dosa. Hanya manusia
yang sering jatuh kedalam dosa. Seperti, manusia sering memegahkan dirinya dan
manusia menjadi congkak dihadapan Allah. Manusia sering sekali saling mengangap
dirinya lebih tinggi dari orang lain. Sementara sifat seperti ini sangat tidak
cocok bagi Allah.
Ketika
manusia memiliki kecongkakan dalam hidupnya, maka langkah – langkah menuju
kesembuhan yaitu : Penglihatan : memandang orang lain dengan hati – hati dan
selalu rendah hari, Hajaran : kecongkakan harus diusir dari diri sendiri dengan
membuka mata rohani, Mematikan Kecongkakan : jika kita tahu dengan benar
kecongkakan itu ada dalam diri kita maka segeralah kecongkakan tersebut
dilepaskan dari diri sendiri, Perbandingan : saat kita membandingkan diri
sendiri maka cukup bagus. Tetapi ketika kita membandingkan diri kita dengan
orang yang bertumbuh rohani atau dengan hamba – hamba Tuhan maka, ada sesuatu
mungkin membuat kita tidak merasa nyaman karena kecongkan kita selama ini.
Kemudian kita akan merenungkan segala sesuatu yang telah terjadi dalam hidup
kita pribadi. Segingga kita dapat mengambil kesimpulan dengan bahwa perilaku
atau sifat kecongkakan itu harus kita buang dengan cepat. Dengan itu kita tidak
dibenci oleh Allah. Sumber Bacaan : Buku
Dewasa Rohani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar