Senin, 09 September 2013

Anugarah ALLAH yang tidak Dapat di Goyahkan oleh Siapapun



Oleh : Masimantap Habeahan
Ketekunan Allah yang tidak tergoyahkan. Apabila Allah memilih pemimpin dalam suatu komunitas atau dapat dikatakan pemimpin untuk bangsa, sebodoh apapun calon pemimpin dihadapan manusia maka Allah akan melayakkannya sebagaimana yang Allah inginkan, seperti Yakub. Allah memiliki sikap tersendiri yang tidak pernah diketahui oleh manusia apa yang akan terjadi kedepannya. Allah dapat melihat masa depan yang dalam seluruh aspek kehidupan.     
Mengapa manusia terkadang hanya melihat kesalahan orang lain ? atau memandangnya dari luar atau terkadang saling merendahkan orang yang sudah rendah dihadapan manusia? Pada saat ini kita mengetahui bahwa manusia selalu memperhatikan yang terburuk dalam kehidupan sesamanya, tetapi Allah selalu mencari jalan yang terbaik. Dengan jelas Allah melihat mata rohani yang terdalam didalam hati  dan Allah bekerja untuk menjadikan kerinduan itu menjadi kenyataan.
Disiplin Allah yang diskriminatif, sebaik atau sejahat apapun orang Allah pasti memperhitungkanya. Allah memperhatikan lamanya disiplin itu berlangsung. Sebagai orang yang sudah mengakui dirinya hidup baru mungkin perubahannya sangat cepat secara penglihatan atau pengamantan. Seberapa lamakah nantinya yang hidup baru tersebut mengalami perubahan positif? Kita tidak mengetahui sampai dimana dia mentok. Hanya Allah yang dapat memperhitungkannya. Ia hati – hati dalam memilih bentuk disiplin. Bagaimanakah disiplin yang Allah inginkan? Saat seorang petani menanam benih, maka petani tersebut akan memilih lokasi yang cocok dengan benih tersebut yaitu : bagaimana bentuk tanahnya, apakah air yang dibutuhkan tidak kewalahan untuk dicari, bagaimana caranya supaya benih tersebut cepat bertumbuh dan berkembang. Cara tersebut jika dilaksanaakan maka seorang petani tersebut dianggap disiplin dalam bertani. Allah menginginkan disiplin itu bukan hanya pada saat – saat tertentu atau pada saat – saat ada yang hendak di butuhkan. Ia berhati – hati dalam menentukan beratnya disiplin, kerohanian yang benar menyambut baik kesengsaraan bila mana itu mengasilkan tuaian yang lebih besar bagi Allah.
Kekuatan Allah disempurnakan, dalam kelemahan kuasa-Ku menjadi disempurnakan. Mengapa Allah tidak memakai orang – orang hebat? Allah adalah Allah yang Maha segalanya. Perlu kita ketahui bersama bahwa manusia terlalu sering menyombongkan diri walaupun manusia tersebut tidak mempunyai kelebihan yang cukup bagus ( kemampuan manusia bersifat terbatas ) dengan segala kelemahan manusia tetap memegahkan diri dihadapan Allah. Tetapi ketika Allah memakai dengan segala ketidaklayakan kita menjadi pelayan-Nya maka pada saat Itulah Allah menyempurnakan kuasa-Nya.
Kebencian bagi Allah, Allah tidak menginginkan manusia jatuh kedalam dosa. Hanya manusia yang sering jatuh kedalam dosa. Seperti, manusia sering memegahkan dirinya dan manusia menjadi congkak dihadapan Allah. Manusia sering sekali saling mengangap dirinya lebih tinggi dari orang lain. Sementara sifat seperti ini sangat tidak cocok bagi Allah.
Ketika manusia memiliki kecongkakan dalam hidupnya, maka langkah – langkah menuju kesembuhan yaitu : Penglihatan : memandang orang lain dengan hati – hati dan selalu rendah hari, Hajaran : kecongkakan harus diusir dari diri sendiri dengan membuka mata rohani, Mematikan Kecongkakan : jika kita tahu dengan benar kecongkakan itu ada dalam diri kita maka segeralah kecongkakan tersebut dilepaskan dari diri sendiri, Perbandingan : saat kita membandingkan diri sendiri maka cukup bagus. Tetapi ketika kita membandingkan diri kita dengan orang yang bertumbuh rohani atau dengan hamba – hamba Tuhan maka, ada sesuatu mungkin membuat kita tidak merasa nyaman karena kecongkan kita selama ini. Kemudian kita akan merenungkan segala sesuatu yang telah terjadi dalam hidup kita pribadi. Segingga kita dapat mengambil kesimpulan dengan bahwa perilaku atau sifat kecongkakan itu harus kita buang dengan cepat. Dengan itu kita tidak dibenci oleh Allah. Sumber Bacaan : Buku Dewasa Rohani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar